Tips Haji Umrah plus

Tips Haji Umrah Biro penyelenggara dan pelayanan Travel Haji Khusus/Plus kuota Depag Ri dan Umrah dengan biaya-harga murah Online di Jakarta Rahmatan Lilalamin Primasaidah PT.Happy prima Wisata menerima pendaftaran Haji ONH Plus dan Umrah Reguler, Umrah Khusus bersama mamah dedeh - Ust.Jefri Al-Bukhari (UJE) dan Umrah Plus Kairo Dubai turki/Istanbul Eropa. Tersedia Paket Umrah Rombongan bersama Keluarga, perusahaan, hadiah Umrah orangtua dan Umrah Nikah di Mekah.

Travel Haji Plus
Tampilkan postingan dengan label daftar haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daftar haji. Tampilkan semua postingan

Kesalahan-kesalahan beribadah haji


KESALAHAN-KESALAHAN SEPUTAR HAJI
Kesalahan ketika ihram
  1. Melewati miqot tanpa berihram seperti yang dilakukan oleh sebagian jamaah haji Indonesia dan baru berihram ketika di Jeddah.
  2. Keyakinan bahwa disebut ihram jika telah mengenakan kain ihram. Padahal sebenarnya ihram adalah berniat dalam hati untuk masuk melakukan manasik.
  3. Wanita yang dalam keadaan haidh atau nifas meninggalkan ihram karena menganggap ihram itu harus suci terlebih dahulu. Padahal itu keliru. Yang tepat, wanita haidh atau nifas  boleh berihram dan melakukan manasik haji lainnya selain thawaf. Setelah ia suci barulah ia berthawaf tanpa harus keluar menuju Tan’im atau miqot untuk memulai ihram karena tadi sejak awal ia sudah berihram.
Kesalahan dalam thawaf
  1. Membaca doa khusus yang berbeda pada setiap putaran thawaf dan membacanya secara berjamaah dengan dipimpin oleh seorang pemandu. Ini jelas amalan yang tidak pernah diajarkan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Melakukan thawaf di dalam Hijr Isma’il. Padahal thawaf harus dilakukan di luar Ka’bah, sedangkan Hijr Isma’il itu berada dalam Ka’bah.
  3. Melakukan roml pada semua putaran. Padahal roml hanya ada pada tiga putaran pertama dan hanya ada pada thawaf qudum dan thawaf umrah.
  4. Menyakiti orang lain dengan saling mendorong dan desak-desakan ketika mencium hajar Aswad. Padahal menyium hajar Aswad itu sunnah (bukan wajib) dan bukan termasuk syarat thawaf.
  5. Mencium setiap pojok atau rukun Ka’bah. Padahal yang diperintahkan untuk dicium atau disentuh hanyalah hajar Aswad dan rukun Yamani.
  6. Berdesak-desakkan untuk shalat di belakang makam Ibrahim setelah thawaf. Padahal jika berdesak-desakkan boleh saja melaksanakan shalat di tempat mana saja di Masjidil Haram.
  7. Sebagian wanita berdesak-desakkan dengan laki-laki agar bisa mencium hajar Aswad. Padahal ini adalah suatu kerusakan dan dapat menimbulkan fitnah.
Kesalahan ketika sa’i
  1. Sebagian orang ada yang meyakini bahwa sa’i tidaklah sempurna sampai naik ke puncak bukit Shafa atau Marwah. Padahal cukup naik ke bukitnya saja, sudah dibolehkan.
  2. Ada yang melakukan sa’i sebanyak 14 kali putaran. Padahal jalan dari Shafa ke Marwah disebut satu putaran dan jalan dari Marwah ke Shafa adalah putaran kedua. Dan sa’i akan berakhir di Marwah.
  3. Ketika naik ke bukit Shafa dan Marwah sambil bertakbir seperti ketika shalat. Padahal yang disunnahkan adalah berdoa dengan memuji Allah dan bertakbir sambil menghadap kiblat.
  4. Shalat dua raka’at setelah sa’i. Padahal seperti ini tidak diajarkan dalam Islam.
  5. Tetap melanjutkan sa’i ketika shalat ditegakkan. Padahal seharusnya yang dilakukan adalah melaksanakan shalat jama’ah terlebih dahulu.
Kesalahan di Arafah
  1. Sebagian jamaah haji tidak memperhatikan batasan daerah Arafah sehingga ia pun wukuf di luar Arafah.
  2. Sebagian jamaah keluar dari Arafah sebelum matahari tenggelam. Yang wajib bagi yang wukuf sejak siang hari, ia diam di daerah Arafah sampai matahari tenggelam, ini wajib. Jika keluar sebelum matahari tenggelam, maka ada kewajiban menunaikan dam karena tidak melakukan yang wajib.
  3. Berdesak-desakkan menaiki bukit di Arafah yang disebut Jabal Rahmah dan menganggap wukuf di sana lebih afdhol. Padahal tidaklah demikian. Apalagi mengkhususkan shalat di bukit tersebut, juga tidak ada dalam ajaran Islam.
  4. Menghadap Jabal Rahmah ketika berdo’a. Padahal yang sesuai sunnah adalah menghadap kiblat.
  5. Berusaha mengumpulkan batu atau pasir di Arafah di tempat-tempat tertentu. Seperti ini adalah amalan bid’ah yang tidak pernah diajarkan.
  6. Berdesak-desakkan dan sambil mendorong ketika keluar dari Arafah.
Kesalahan di Muzdalifah
  1. Mengumpulkan batu untuk melempar jumroh ketika sampai di Muzdalifah sebelum melaksanakan shalat Maghrib dan Isya’. Dan diyakini hal ini adalah suatu anjuran.  Padahal mengumpulkan batu boleh ketika perjalanan dari Muzdalifah ke Mina, bahkan boleh mengumpulkan di tempat mana saja di tanah Haram.
  2. Sebagian jama’ah haji keluar dari Muzdalifah sebelum pertengahan malam. Seperti ini tidak disebut mabit. Padahal yang diberi keringanan keluar dari Muzdalifah adalah orang-orang yang lemah dan itu hanya dibolehkan keluar setelah pertengahan malam. Siapa yang keluar dari Muzdalifah sebelum pertengahan malam tanpa adanya uzur, maka ia telah meninggalkan yang wajib.
Kesalahan ketika melempar jumroh
  1. Saling berdesak-desakkan ketika melempar jumroh. Padahal untuk saat ini lempar jumroh akan semakin mudah karena kita dapat memilih melempar dari lantai dua atau tiga sehingga tidak perlu berdesak-desakkan.
  2. Melempar jumroh sekaligus dengan tujuh batu. Yang benar adalah melempar jumroh sebanyak tujuh kali, setiap kali lemparan membaca takbir “Allahu akbar”.
  3. Di pertengahan melempar jumroh, sebagian jama’ah meyakini bahwa ia melempar setan. Karena meyakini demikian sampai-sampai ada yang melempar jumroh dengan batu besar bahkan dengan sendal. Padahal maksud melempar jumroh adalah untuk menegakkan dzikir pada Allah, sama halnya dengan thawaf dan sa’i.
  4. Mewakilkan melempar jumroh pada yang lain karena khawatir dan merasa berat jika mesti berdesak-desakkan. Yang benar, tidak boleh mewakilkan melempar jumroh kecuali jika dalam keadaan tidak mampu seperti sakit.
  5. Sebagian jama’ah haji dan biasa ditemukan adalah jama’ah haji Indonesia, ada yang melempar jumrah di tengah malam pada hari-hari tasyrik bahkan dijamak untuk dua hari sekaligus (hari ke-11 dan hari ke-12).
  6. Pada hari tasyrik, memulai melempar jumroh aqobah, lalu wustho, kemudian ula. Padahal seharusnya dimulai dari ula, wustho lalu aqobah.
  7. Lemparan jumroh tidak mengarah ke jumroh dan tidak jatuh ke kolam. Seperti ini mesti diulang.
Kesalahan di Mina
  1. Melakukan thawaf wada’ dahulu lalu melempar jumrah, kemudian meninggalkan Makkah. Padahal seharusnya thawaf wada menjadi amalan terkahir manasik haji.
  2. Menyangka bahwa yang dimaksud barangsiapa yang terburu-buru maka hanya dua hari yang ia ambil untuk melempar jumrah yaitu hari ke-10 dan ke-11. Padahal itu keliru.  Yang benar, yang dimaksud dua hari adalah hari ke-11 dan ke-12. Jadi yang terburu-buru untuk pulang pada hari ke-12 lalu ia ia melempar tiga jumrah setelah matahari tergelincir dan sebelum matahari tenggelam, maka tidak ada dosa untuknya.
Kesalahan ketika Thawaf Wada’
  1. Setelah melakukan thawaf wada’, ada yang masih berlama-lama di Makkah bahkan satu atau dua hari. Padahal thawaf wada’ adalah akhir amalan dan tidak terlalu lama dari meninggalkan Makkah kecuali jika ada uzur seperti diharuskan menunggu teman.
  2. Berjalan mundur dari Ka’bah ketika selesai melaksanakan thawaf wada’ dan diyakini hal ini dianjurkan. Padahal amalan ini termasuk bid’ah.
Demikian beberapa penjelasan haji yang bisa kami ulas dalam tulisan yang sederhana ini.
Wallahu Ta’ala a’lam. Walhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Selesai disusun di Ummul Hamam, Riyadh KSA
5 Dzulhijjah 1432 H (1 hari sebelum safar ke Mina)
Referensi Kitab
  1. Al Hajj Al Muyassar, Sholeh bin Muhammad bin Ibrahim As Sulthon, terbitan Maktabah Al Malik Fahd Al Wathoniyah, cetakan keempat, 1430 H.
  2. Al Majmu’, Yahya bin Syarf An Nawawi, sumber dari Mawqi’ Ya’sub (nomor halaman sesuai cetakan).
  3. Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, terbitan Kementrian Agama dan Urusan Islam Kuwait.
  4. Al Minhaj li Muriidil Hajj wal ‘Umroh, Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Muassasah Al Amiyah Al ‘Anud.
  5. Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi-Beirut, cetakan kedua, 1392 H.
  6. Al Mughni, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, terbitan Darul Fikr-Beirut, cetakan pertama, 1405 H.
  7. An Nawazil fil Hajj, ‘Ali bin Nashir Asy Syal’an, terbitan Darut Tauhid, cetakan pertama, 1431 H.
  8. Ar Rofiq fii Rihlatil Hajj, Majalah Al Bayan, terbitan 1429 H.
  9. Fiqhus Sunnah, Sayid Sabiq, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan ketiga, 1430 H.
  10. Mursyid Al Mu’tamir wal Haaj waz Zaair fii Dhouil Kitab was Sunnah, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qohthoni, terbitan Maktabah Al Malik Fahd Al Wathoniyah, cetakan ketiga, 1418 H.
  11. Tafsir Al Jalalain, Jalaluddin Al Mahalli dan Jalaluddin As Suyuthi, terbitan Darus Salam, cetakan kedua, 1422 H.
  12. Taisirul Fiqh, Prof. Dr. Sholeh bin Ghonim As Sadlan, terbitan Dar Blansia, cetakan pertama, 1424 H.
  13. Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Saalim, terbitan Maktabah At Taufiqiyah.
  14. Shifatul Hajj wal ‘Umrah, terbitan bagi pengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, cetakan keduabelas, 1432 H.
  15. Syarhul Mumthi’ ‘ala Zaadil Mustaqni’, Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, 1424 H.
Referensi Buku Indonesia
  1. Meneladani Manasik Haji dan Umrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mubarak bin Mahfudh Bamuallim, Lc, terbitan Pustaka Imam Asy Syafi’i, cetakan ketiga, 1429 H.
Referensi Mawqi’
  1. Mawqi’ Islam Web:

Haji reguler di jambi sampai 2026

JAMBI – Masyarakat Provinsi Jambi yang masuk dalam daftar tunggu atau waiting list harus bersabar diri. Soalnya, waiting list saat ini saja sudah mencapai 34 ribuan orang, terbanyak dari Kota Jambi.
Dengan begitu banyaknya daftar tunggu jamaah haji Provinsi Jambi saat ini, maka dipastikan bagi masyarakat yang akan mendaftar saat ini akan diberangkatkan pada tahun 2026 akan datang.

”Jumlah calon haji yang sudah mendaftarkan diri melalui sistem komputerisasi haji kabupaten/kota mencapai 34.077 pendaftar dengan kuota haji 2.064 orang per tahun,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi Mahbub Daryanto, Senin (11/2), saat berkunjung ke Jambi Independent (grup JPNN).

Dijelaskan, tingginya angka daftar tunggu calon haji dikarenakan membaiknya kondisi perekonomian dan kesadaran beribadah warga yang terus meningkat. Calon haji tersebut terdaftar melalui sistem komputerisasi haji dan membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji awal sebesar Rp 25 juta per orang.

”Kita sudah me-launching (meluncurkan) siskohat di kabupaten/kota masing-masing, jadi semuanya dapat dicek di sana tahun berapa berangkatnya. Dan yang patut diketahui tidak ada yang namanya didahulukan,” sambungnya.

Calon haji tersebut diberangkatkan sesuai dengan nomor urut masing-masing. Siapa yang tercepat mendaftar dan masuk dalam jumlah kuota yang ditetapkan, akan diberangkatkan lebih awal. ”Kami berharap pada tahun depan kuota haji daerah ini mendapat penambahan, sehingga daftar tunggu tidak semakin panjang,” lanjutnya.

Dijelaskan, salah satu pertimbangan pengambilan kuota di tingkat provinsi, agar tidak adanya perbedaan yang mencolok dalam daftar tunggu keberangkatan haji antara kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi. “Kalau menggunakan sistem kuota kabupaten, maka jamaah yang mendaftar di kota akan lama menunggu karena warganya memang lebih banyak. Makanya, kita memilih kuota provinsi karena daftar tunggu diurut berdasarkan waktu mendaftar,” jelasnya.

Selain itu, adanya tudingan selama ini jika setoran awal jamaah untuk naik haji hilang begitu saja dan tidak dikembalikan lagi ke mereka, diakuinya, itu tidak benar.
Menurutnya, masyarakat jangan salah kaprah dengan “bunga” setoran awal haji itu. Sebab, bunga itu digunakan untuk optimalisasi haji. ”Supaya tidak ada salah pengertian, supaya tidak ada pemahaman bahwa uang yang mengendap begitu lama tidak dikembalikan kepada jamaah, itu salah besar. Patut diketahui dana yang disetor oleh jemaah yang setiap tahunnya mencapai Rp 34 juta hanya untuk membayar tiket PP dan juga pemondokan,” katanya.

Sementara, dalam pembiayaan haji itu dikenal dengan biaya langsung dan tidak langsung. Biaya langsung meliputi biaya awal yang mesti disetor oleh jemaah. "Itulah yang disebut dengan direct cost," katanya.

Lalu, lanjut Mahbub, ada yang disebut dengan biaya tidak langsung akibat dari optimalisasi setoran awal haji yang bisa saja terpendam bertahun-tahun. Dengan kata lain ada manfaat dari dana itu. "Dalam bank konvensional itu disebut bunga, nah biaya-biaya lain dibayar dari dana ini dibayar,” katanya, lagi.

Biaya yang dibayar lewat manfaat atau bunga itu seperti pelayanan umum kepada pemerintah Arab Saudi, begitu pula misalnya untuk dana asuransi. Anggarannya juga diambil dari sumber yang sama. “Untuk paspor, biayanya juga dari dana itu. Dulu memang jemaah yang menanggung. Kemudian biaya makan di Jeddah, Arofah, Mina dan Madina, jemaah tidak bayar lagi. Semuanya diambil dari dana itu. Demikian juga dengan biaya lainnya,” sambungya.

Tidak hanya itu, terkait adanya dugaan yang menyatakan jika biaya dan transportasi bagi petugas haji yang mendampingi jemaah pada saat pelaksanaan ibadah haji ditanggung oleh jamaah juga salah. Sebab, para putugas haji itu semunya ditanggung oleh negara. ”Dibiayai APBN, murni tidak lagi dari jamaah,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, ia kembali menekankan kepada kepala daerah untuk melaksanakan amanah UUD tentang haji yang mewajibkan kepala daerah untuk menanggung biaya domestik
solusi muntuk mempercepat keberangkatan ibadah haji anda terutama di jambi yaitu dengan Pendaftran haji plus kuota depag di travel hajplus dan umrah primasaidah walaupun sekarang waiting list nya sudah sampai 2017 tapi berangkatnya lebih cepat daripada daftar haji reguler ...
KESALAHAN-KESALAHAN SEPUTAR ibadah HAJI

KESALAHAN-KESALAHAN SEPUTAR ibadah HAJI


Sudah seharusnya para calon jemaah travel haji dan umrah mengetahui apa sih kesalahan-kesalahan yang sering di lakukan pada saat ibdah haji dan umrah? ini sangat penting untuk di perhatikan karena jika tidak di perhatikan bisa jadi ibadah haji yang kita kerjakan dengan susahpayah sia-sia adapun kesalahan-kesalahan seputar haji sebagai berikut :

Kesalahan ketika ihram

  1. Melewati miqot tanpa berihram seperti yang dilakukan oleh sebagian jamaah haji Indonesia dan baru berihram ketika di Jeddah.
  2. Keyakinan bahwa disebut ihram jika telah mengenakan kain ihram. Padahal sebenarnya ihram adalah berniat dalam hati untuk masuk melakukan manasik.
  3. Wanita yang dalam keadaan haidh atau nifas meninggalkan ihram karena menganggap ihram itu harus suci terlebih dahulu. Padahal itu keliru. Yang tepat, wanita haidh atau nifas  boleh berihram dan melakukan manasik haji lainnya selain thawaf. Setelah ia suci barulah ia berthawaf tanpa harus keluar menuju Tan’im atau miqot untuk memulai ihram karena tadi sejak awal ia sudah berihram.

Kesalahan dalam thawaf

  1. Membaca doa khusus yang berbeda pada setiap putaran thawaf dan membacanya secara berjamaah dengan dipimpin oleh seorang pemandu. Ini jelas amalan yang tidak pernah diajarkan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Melakukan thawaf di dalam Hijr Isma’il. Padahal thawaf harus dilakukan di luar Ka’bah, sedangkan Hijr Isma’il itu berada dalam Ka’bah.
  3. Melakukan roml pada semua putaran. Padahal roml hanya ada pada tiga putaran pertama dan hanya ada pada thawaf qudum dan thawaf umrah.
  4. Menyakiti orang lain dengan saling mendorong dan desak-desakan ketika mencium hajar Aswad. Padahal menyium hajar Aswad itu sunnah (bukan wajib) dan bukan termasuk syarat thawaf.
  5. Mencium setiap pojok atau rukun Ka’bah. Padahal yang diperintahkan untuk dicium atau disentuh hanyalah hajar Aswad dan rukun Yamani.
  6. Berdesak-desakkan untuk shalat di belakang makam Ibrahim setelah thawaf. Padahal jika berdesak-desakkan boleh saja melaksanakan shalat di tempat mana saja di Masjidil Haram.
  7. Sebagian wanita berdesak-desakkan dengan laki-laki agar bisa mencium hajar Aswad. Padahal ini adalah suatu kerusakan dan dapat menimbulkan fitnah.

Kesalahan ketika sa’i

  1. Sebagian orang ada yang meyakini bahwa sa’i tidaklah sempurna sampai naik ke puncak bukit Shafa atau Marwah. Padahal cukup naik ke bukitnya saja, sudah dibolehkan.
  2. Ada yang melakukan sa’i sebanyak 14 kali putaran. Padahal jalan dari Shafa ke Marwah disebut satu putaran dan jalan dari Marwah ke Shafa adalah putaran kedua. Dan sa’i akan berakhir di Marwah.
  3. Ketika naik ke bukit Shafa dan Marwah sambil bertakbir seperti ketika shalat. Padahal yang disunnahkan adalah berdoa dengan memuji Allah dan bertakbir sambil menghadap kiblat.
  4. Shalat dua raka’at setelah sa’i. Padahal seperti ini tidak diajarkan dalam Islam.
  5. Tetap melanjutkan sa’i ketika shalat ditegakkan. Padahal seharusnya yang dilakukan adalah melaksanakan shalat jama’ah terlebih dahulu.

Kesalahan di Arafah

  1. Sebagian jamaah haji tidak memperhatikan batasan daerah Arafah sehingga ia pun wukuf di luar Arafah.
  2. Sebagian jamaah keluar dari Arafah sebelum matahari tenggelam. Yang wajib bagi yang wukuf sejak siang hari, ia diam di daerah Arafah sampai matahari tenggelam, ini wajib. Jika keluar sebelum matahari tenggelam, maka ada kewajiban menunaikan dam karena tidak melakukan yang wajib.
  3. Berdesak-desakkan menaiki bukit di Arafah yang disebut Jabal Rahmah dan menganggap wukuf di sana lebih afdhol. Padahal tidaklah demikian. Apalagi mengkhususkan shalat di bukit tersebut, juga tidak ada dalam ajaran Islam.
  4. Menghadap Jabal Rahmah ketika berdo’a. Padahal yang sesuai sunnah adalah menghadap kiblat.
  5. Berusaha mengumpulkan batu atau pasir di Arafah di tempat-tempat tertentu. Seperti ini adalah amalan bid’ah yang tidak pernah diajarkan.
  6. Berdesak-desakkan dan sambil mendorong ketika keluar dari Arafah.

Kesalahan di Muzdalifah

  1. Mengumpulkan batu untuk melempar jumroh ketika sampai di Muzdalifah sebelum melaksanakan shalat Maghrib dan Isya’. Dan diyakini hal ini adalah suatu anjuran.  Padahal mengumpulkan batu boleh ketika perjalanan dari Muzdalifah ke Mina, bahkan boleh mengumpulkan di tempat mana saja di tanah Haram.
  2. Sebagian jama’ah haji keluar dari Muzdalifah sebelum pertengahan malam. Seperti ini tidak disebut mabit. Padahal yang diberi keringanan keluar dari Muzdalifah adalah orang-orang yang lemah dan itu hanya dibolehkan keluar setelah pertengahan malam. Siapa yang keluar dari Muzdalifah sebelum pertengahan malam tanpa adanya uzur, maka ia telah meninggalkan yang wajib.

Kesalahan ketika melempar jumroh

  1. Saling berdesak-desakkan ketika melempar jumroh. Padahal untuk saat ini lempar jumroh akan semakin mudah karena kita dapat memilih melempar dari lantai dua atau tiga sehingga tidak perlu berdesak-desakkan.
  2. Melempar jumroh sekaligus dengan tujuh batu. Yang benar adalah melempar jumroh sebanyak tujuh kali, setiap kali lemparan membaca takbir “Allahu akbar”.
  3. Di pertengahan melempar jumroh, sebagian jama’ah meyakini bahwa ia melempar setan. Karena meyakini demikian sampai-sampai ada yang melempar jumroh dengan batu besar bahkan dengan sendal. Padahal maksud melempar jumroh adalah untuk menegakkan dzikir pada Allah, sama halnya dengan thawaf dan sa’i.
  4. Mewakilkan melempar jumroh pada yang lain karena khawatir dan merasa berat jika mesti berdesak-desakkan. Yang benar, tidak boleh mewakilkan melempar jumroh kecuali jika dalam keadaan tidak mampu seperti sakit.
  5. Sebagian jama’ah haji dan biasa ditemukan adalah jama’ah haji Indonesia, ada yang melempar jumrah di tengah malam pada hari-hari tasyrik bahkan dijamak untuk dua hari sekaligus (hari ke-11 dan hari ke-12).
  6. Pada hari tasyrik, memulai melempar jumroh aqobah, lalu wustho, kemudian ula. Padahal seharusnya dimulai dari ula, wustho lalu aqobah.
  7. Lemparan jumroh tidak mengarah ke jumroh dan tidak jatuh ke kolam. Seperti ini mesti diulang.

Kesalahan di Mina

  1. Melakukan thawaf wada’ dahulu lalu melempar jumrah, kemudian meninggalkan Makkah. Padahal seharusnya thawaf wada menjadi amalan terkahir manasik haji.
  2. Menyangka bahwa yang dimaksud barangsiapa yang terburu-buru maka hanya dua hari yang ia ambil untuk melempar jumrah yaitu hari ke-10 dan ke-11. Padahal itu keliru.  Yang benar, yang dimaksud dua hari adalah hari ke-11 dan ke-12. Jadi yang terburu-buru untuk pulang pada hari ke-12 lalu ia ia melempar tiga jumrah setelah matahari tergelincir dan sebelum matahari tenggelam, maka tidak ada dosa untuknya.

Kesalahan ketika Thawaf Wada’

  1. Setelah melakukan thawaf wada’, ada yang masih berlama-lama di Makkah bahkan satu atau dua hari. Padahal thawaf wada’ adalah akhir amalan dan tidak terlalu lama dari meninggalkan Makkah kecuali jika ada uzur seperti diharuskan menunggu teman.
  2. Berjalan mundur dari Ka’bah ketika selesai melaksanakan thawaf wada’ dan diyakini hal ini dianjurkan. Padahal amalan ini termasuk bid’ah.

Demikian beberapa penjelasan dari kesalahan-kesalahan dalam ibadah haji  yang bisa kami ulas dalam tulisan yang sederhana ini semoga menjai ilmu yang bermanfat
Menjalankan Ibadah Haji dengan Ikhlas

Menjalankan Ibadah Haji dengan Ikhlas

Menjalankan Ibadah Haji dengan Ikhlas -
”Wah, mau berangkat haji dengan ONH Plus ya, pasti enak. Tidur di hotel berbintang yang dekat dengan masjid, makannya juga terjamin. Selamat ya.” Begitu biasanya orang berkomentar setiap kali bertemu dengan seseorang yang akan menunaikan ibadah haji dengan fasilitas ONH Plus, yang kini disebut dengan istilah Haji Khusus.

Mengapa disebut Haji Khusus? Ya, karena fasilitas haji ini memang memiliki sejumlah kekhususan. Antara lain, haji khusus ditangani oleh swasta, bukan pemerintah sebagaimana haji reguler. Para jamaah haji khusus juga mendapat fasilitas akomodasi yang berbeda dengan para jamaah haji reguler. Para jamaah haji khusus menginap di hotel berbintang selama di Makkah, Madinah, dan Jeddah, dengan makan tiga kali sehari disediakan oleh pihak hotel. Kriteria hotelnya juga cukup ketat.

”Tidak bisa losmen, tapi paling tidak, hotel bintang tiga,” kata HM Firzain Junus, direktur PT Nipindo Antar Wisata, sebuah biro perjalanan haji dan umrah. Jarak antara hotel dengan masjid pun ada ketentuannya. ”Kalau tidak salah, jarak pelataran hotel dengan pelataran masjid tidak boleh lebih dari 350 meter,” kata Junus yang telah pemimpin perjalanan haji dan umrah di perusahaannya sejak 1993.

Berbeda dengan jamaah haji khusus, jamaah haji reguler menginap di apartemen, atau yang biasa disebut pondokan. Terkadang, untuk makan, mereka juga memasak sendiri. Dalam hal penerbangan, jamaah haji khusus menggunakan pesawat reguler, bukan pesawat kloter yang diatur oleh pemerintah.

Jika tahun ini, Anda termasuk sebagai salah satu calon jamaah haji (calhaj) yang akan menggunakan fasilitas Haji Khusus, tentu Anda akan menikmati semua ‘kekhususan’ yang telah disebutkan di atas. Namun, Junus yang sudah cukup berpengalaman mengelola Haji Khusus berpesan, hilangkan perasaan bahwa sebagai jamaah Haji Khusus Anda akan mendapatkan pelayanan yang serba enak dan memuaskan hati. Ingat, ibadah haji adalah ritual tahunan yang melibatkan jutaan orang dari seluruh dunia. Dalam urusan yang melibatkan jutaan orang ini, tentu sangat mungkin terjadi hal-hal yang kurang mengenakkan.

Misalnya, mengantre di loket imigrasi bandara King Abdul Aziz, lalu-lintas yang macet, atau berdesak-desakan saat melakukan thawaf, sa’i, dan melontar jumrah. Nah, para jamaah Haji Khusus pun tak lepas dari semua hal itu. ”Tidak ada ceritanya, Haji Khusus terus sa’i-nya mendapat keistimewaan semisal bisa dilakukan di hotel,” kata Junus.

Haji Khusus, menurut Junus, hanya merupakan fasilitas, dan sebenarnya fasilitas ini juga pemberian dari Allah. ”Semua kenikmatan termasuk fasilitas itu, kapan saja, bisa saja diambil kembali oleh Allah.” Menurut Junus, ketika hendak berangkat haji, seorang calhaj Haji Khusus tak perlu ‘memusingkan diri’ dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: di Tanah Suci nanti akan menginap di hotel seperti apa, atau makannya bagaimana. ”Yang penting, Insya Allah saja. Karena semua itu, Allah juga yang mengatur. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan dan keringanan pada kita selama beribadah di Tanah Suci.”

Jadi, kata Junus, berangkatlah ke Tanah Suci dengan perasaan ikhlas. Sebab, ibadah apapun kalau tidak dilakukan dengan ikhlas, kita tidak akan bisa menjalaninya dengan enak, bahkan bisa jadi akan terasa berat. ”Haji Khusus itu kelebihannya ada pada fasilitas akomodasi yang lebih baik, penerbangannya reguler, dan harinya lebih singkat. Itu saja,” ujar pria berusia 55 tahun ini.

Kemudian, jika selama dalam perjalanan atau saat beribadah di Tanah Suci menemukan beberapa hal yang tidak mengenakkan, cobalah untuk melihat dari segi positifnya. Misalkan saja, ada jamaah Haji Khusus yang tidak suka dengan penerbangan tidak langsung yang membuatnya mesti transit dan menginap dahulu di suatu tempat seperti Dubai atau Muscat. Cobalah untuk tidak berkeluh kesah dan anggaplah sebagai bagian dari perjuangan.

”Lihat nilai positifnya, misalkan dengan menginap kita bisa istirahat, bukankah kita lelah setelah terbang selama sembilan jam? Dengan bermalam di sana, kita juga bisa melihat tempat baru, yang sebelumnya mungkin belum pernah kita lihat. Itu kan pengalaman baru.”

Satu hal lagi, Junus juga mengingatkan para calhaj untuk mempersiapkan iman dan mental. Jauh-jauh hari, banyak-banyaklah bertobat dan memohon ampunan dari Allah, berpuasa sunat Senen-Kemis, shalat malam, dan memperbanyak dzikir. ”Kalau selama ini Anda biasa mendengarkan radio atau lagu-lagu ketika berada di mobil, biasakanlah untuk mengumandangkan ayat-ayat suci Alquran. Al Fatihah atau surat-surat pendek, juga bisa.”

Jika anda sudah siap dan berminat untuk menjadi calon Jamaah Haji Plus, silahkan menghubungi Divisi marketing kami atau bisa datang langsung ke kantor Kami:

Biro penyelenggarat travel Haji umrah Plus Primasaidah.
Divisi Marketing, kontak person : Zaenal Abidin
Hubungi Kami: Kantor : Gedung twink Lt 5, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-8334.2656/ 021-8265.0736 Email: travelprimasaidah@gmail.com
Berangkat Ibadah Haji dengan Optimal dan maksimal

Berangkat Ibadah Haji dengan Optimal dan maksimal

Berangkat Ibadah Haji dengan Optimal dan maksimal | 

Ibadah haji merupakan ibadah salah satu kewajiban bagi umat muslim dan rukun Islam yang terakhir. Berangkat haji bukan sekedar soal uang, namu lebih kepada Panggilan hati. walaupun seseorang memiliki harta yang melimpah belum tentu dapat melaksanakan ibadah Haji, jika belum ada keterpanggilan hati menuju baitullah dan melaksanakan kewajibannya.

Saat ini untuk dapat berangkat haji harus menunggu lama karena daftar tunggu dan antrian yang sangat panjang sekali. Bukan hanya Haji Reguler, Haji plus kuota DEPAG pun harus mengantri sampai 3-4 tahun. misalnya kita daftar Haji Plus tahun 2012, maka kita akan berangkat di tahun 2015.  Karena itu, kesempatan berhaji harus dimanfaatkan seoptimal dan semaksimal mungkin agar mampu meraih haji mabrur.


Meraih haji mabrur harus dimulai sejak sebelum berangkat haji. Haji mabrur harus diawali dengan niat yang tulus untuk menjalankan rukun Islam yang kelima dengan sebaik-baiknya. Kemudian, harta yang dipakai untuk menunaikan ibadah haji harus harta yang halal dan jangan lupa mengeluarkan zakat. selanjutnya Berangkat Ibadah Haji dengan Optimal dan maksimal dengan penuh keikhlasan Lillahi Ta'ala.


Ada tiga ciri haji mabrur, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW.


  1. Pertama, ayyakuna tibil kalam (supaya setelah haji omongannya enak, manis, menyenangkan, nggak menyakiti orang).
  2.  Kedua, ifsaus salam (suka damai). Jadi, orang yang telah berhaji itu seharusnya tidak suka bertengkar, apalagi masalah sepele. Ia lebih menyukai perdamaian.
  3. Ketiga, itamuth thaam, sosialnya semakin tinggi karena memberi makan masyarakat.Jadi, kalau sudah haji tapi dia masih pelit, koret, bakhil, berarti hajinya belum atau tidak mabrur. sehingga sangat pentingbagi seorang yang melaksanakan haji untuk meningkatkan ketakwaannya.


Disebut haji mabrur artinya ada perubahan untuk kebaikan dalam hal peningkatan kualitas ibadah setelah dia pulang haji dan menjauhi segala larangan Allah,tuturnya. Bhakty menambahkan, orang yang hajinya mabrur bisa dilihat ciricirinya setelah dia pulang haji.

Kebaikannya meningkat; ibadahnya, iman dan takwanya, shalatnya semakin membaik. Di keluarganya dia menjadi lebih baik, di kantornya pun dia menjadi lebih baik. Jadi, perbaikan itu ada dalam seluruh segi kehidupannya. Pendek kata, orang yang hajinya mabrur itu setelah pulang haji dia sangat bermanfaat bagi lingkungannya, tandasnya.

Semoga sedikit ulasan tentang Berangkat Ibadah Haji dengan Optimal dan maksimal bermanfaat. semoga kita smua bisa menjadi Haji yang mabrur.

Program Haji Plus Terencana Murah

Paket Haji Plus Terencana murah




Apa kelebihan Program Paket Haji Plus Murah ? mungkin ini pertanyaan yang ada dibenak anda. Adapun kelebihan Program Paket Haji Plus Murah  Biro penyelenggara Haji Umrah Primasaidah adalah sebagai berikut :

  1. Lebih Efektif & Murah
  2. Cukup sekali Bayar
  3. Biaya lebih murah dari ONH Plus
  4. Berangkat Lebih cepat dari ONH Reguler
  5. Fasilitas jangka waktu di Saudi Arabia pelayanan ONH Plus
  6. Jamaah akan langsung mendapatkan Nomor Porsi Haji
  7. Apabila jamaah meninggal dunia di Tanah Suci, maka ahli waris akan memperoleh santunan sebesar 100% dari dana yang disetor
  8. Apabila jamaah meninggal dunia setelah kembali dari Tanah Suci sampai dengan usia 99 Tahun maka ahli waris memperoleh santunan 50% dari dana yang disetor


Harga Haji Terencana  :
  




PERSYARATAN ADMINISTRASI :
1. Foto Copy KTP 5 Lembar 2. Pasfoto terbaru berwarna, Background Putih, Dominasi Wajah 75%

  • Ukuran Foto 3 x 4 = 30 lembar
  • Ukuran Foto 4 x 6 = 10 lembar

3. Klise/Negatif Foto berwarna atau dalam bentuk CD 4. Foto Copy Kartu Keluarga (KK) 5. Foto Copy Surat Nikah

TATA CARA PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN :

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran
  2. Langsung Membayar Biaya sesuai tabel biaya diatas
  3. Pembayaran dapat dibayarkan Tunai / Transfer

Keterangan lebih jelas hubungi kami!

BIAYA SUDAH TERMASUK :

  • Biaya ONH Depag RI
  • Bimbingan Manasik Haji (pembimbing berpengalaman)
  • Tiket Pesawat Jakarta - Jeddah (PP) kelas Ekonomi
  • Akomodasi selama Ibadah Haji
  • Makan 3x sehari
  • Transportasi Bus AC selama di Tanah Suci
  • Souvenir Haji (seperangkat peralatan haji)
  • Buku Tuntunan Ibadah Haji
  • Pembuatan Passpor
  • Dam Tamattu'
  • Suntikan Meningitis
  • Asuransi Jiwa selama haji
  • Air Zamzam 5/10 liter


BIAYA BELUM TERMASUK :

  • Pengeluaran Pribadi
  • Kelebihan Bagasi Pesawat
  • Biaya akibat perubahan atas permintaan pribadi
  • Medical Checkup


PEMBATALAN :
Jika Calon Jamaah membatalkan diri, maka akan dikenakan biaya sebagai berikut:

  • Setelah terdaftar di SISKOHAT (sistem komputerisasi haji) Depag, dikenakan biaya 25% dari biaya pokok.
  • 2 bulan sebelum tanggal keberangkatan, dikenakan biaya 50% dari biaya.
  • 1 bulan sebelum keberangkatan, dikenakan biaya 75% dari biaya pokok.


Segera Hubungi Kami untuk mendapatkan Seat Haji Plus Terencana .!
Layanan Daftar Haji Umrah di Jakarta dan Sekitarnya

Layanan Daftar Haji Umrah di Jakarta dan Sekitarnya


Prima Saidah Biro Travel Haji Umroh di Jakarta Sudah berdiri sejak tahun 1999, Alhamdulillah Travel Umroh Haji  kami Sudah Memberangkatkan lebih dari 7000 Jamaah, Biro Travel Umroh Haji kami akan mengatur perjalanan haji ONH Plus dan umroh Anda sesuai budget, Bisa pilih sendiri jadwal keberangkatan, tujuan tambahan, jenis pesawat dan hotel juga pebimbing yang Anda sukai.

Anda sedang mencari travel biro Pelayanan Daftar haji umrah di Jakarta dan sekitarnya, PT Happy Prima memberikan pelayanan terbaik untuk perjalanan umrah Anda dengan pengalaman sejak tahun 1999 telah memberangkatkan lebih dari ribuan jamaah ke tanah suci. Paket perjalanan ibadah Haji umrah reguler dan Umroh Plus yang ditawarkan mulai dari $1950.

Sebagai salah satu travel biro Pelayanan Daftar haji umrah di Jakarta dan Biro Haji Umrah terbaik di Jakarta, kami berkomitmen memberikan pelayanan Daftar Haji Umrah terbaik untuk para jamaah di seluruh Nusantara mulai dari sebelum pemberangkatan sampai tiba di tanah air.

Segera hubungi kami dan semuanya akan menjadi lebih mudah !

PT.Happy Prima Primasaidah
Gedung Twink Jl Kap Tendean 82 Jakarta Selatan-Indonesia.




Telpon :


021-8334-2656/021-8265-0736
Mobile:+62852-8032-8136
Email:travelprimasaidah@Gmail.com
Daftar ONH Haji atau Umrah

Daftar ONH Haji atau Umrah

Daftar ONH Haji atau Umrah-Ada baiknya kita mempertimbangkan dahulu sebelum melakukan pendaftaran dan keberangkatan Haji dan Umrah. Fenomena tentang Gagal berangkat Haji umrah tentu bukan pengalaman yang diharapkan setiap calon jamaah umrah. Namun kendala mendapatkan visa bisa jadi akan menghantui calon jamaah umrah saat ini. Pasalnya, mendadak dalam sebulan terakhir, permintaan visa di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, melonjak tajam.

Saat ini Daftar Umrah menjadi alternatif bagi ruwetnya Daftar haji dan WaitingList/daftar antrian yang sangat panjang. Bayangkan saja, jika kita mendaftar untuk berangkat haji saat ini, baru bisa berangkat enam atau tujuh tahun mendatang.

Bagi yang sudah lanjut usia dan khawatir tidak ‘panjang umur’ Ada kalanya untuk menunggu enam atau tujuh tahun lagi adalah perkara sulit. Maka mereka memilih berangkat umrah. Selain biaya Daftar Umrah yang ringan, pengurusannya cepat dan mudah dibanding haji.

Ada beberapa Tips yang harus kita perhatikan bagi yang ingin berangkat umrah dan mungkin bermanfaat.
Memilih biro perjalanan umrah selain melalui iklan-iklan yang ada di surat kabar, yang paling bagus adalah
dari rekomendasi orang lain. Mungkin ada saudara, teman, atau keluarga yang sudah pulang umrah dan puas dengan pelayanan travel biro perjalanan umrahnya. Tentu saja kita ingin mendapatkan pelayanan dari biro travel umrah yang nyaman dan aman, agar tidak mengganggu kekhusyukan kita dalam beribadah.

Biaya umrah reguler (tanpa ada tambahan tur ke negara lain) Saat ini di biro perjalanan Umrah Primasaidah selama 9-10 hari sebesar USD 1,950 sampai dengan USD 2,250. Karena ada kenaikan harga tiket, khususnya tiket pesawat Garuda yang mengalami kenaikan $300. Sehingga keberangkatan Umrah dengan pesawat garuda ditambah $300 dari harga normal ($1950), Jadi totalnya adalah $2.250.

Sementara bagi yang ingin umrah plus (Tour ke negara lain) maka biasanya di kisaran USD 2,000 – USD 4,000. Sebenarnya, tergantung negara yang dituju. Biasanya negara yang ditawarkan yaitu Umrah Plus Kairo (Mesir), Umrah Plus Dubai, dan Umrah plus Istambul.

Dan Tahun lalu Biro perjalanan Umrah Primasaidah menawarkan ke Masjid Al-Aqsha di Palestina. Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, “Tidak disunahkan berziarah ke masjid kecuali ke tiga masjid; Masjidil Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjidil Aqsha (Palestina).”

Perbedaan harga berarti adanya perbedaan fasilitas yang jamaah dapatkan. Semakin mahal tentu saja semakin bagus fasilitasnya. Di antaranya yang paling berpengaruh adalah maskapai udara yang digunakan, hotel dan penginapan. Semakin dekat jarak antara hotel dengan masjid, tentu semakin mahal pula harganya.
Hotel yang terkenal di Makkah seperti Zamzam Tower, El Tawheed dan Hilton. Zamzam Tower yang baru dibangun merupakan hotel bintang lima dengan bangunan yang sangat megah. Di komplek Zamzam Tower jugalah terletak jam besar yang mirip Big Ben di London.

Mau didampingi ustadz atau artis? Tentu saja ada. Biro perjalanan Umrah Primasaidah juga mengajak beberapa ustadz tertentu untuk mendampingi jamaah Umrah dengan Jadwal tertentu. Seperti Umrah bersama Ustadz Uje (ustadz jefri Bukhori), Fikri Zainuddin Mz, Pais, Ustadzah Qurrata a'yun, Umrah bersama Mamah Dedeh dan ada juga dengan artis.

Semoga sedikit Info dan Tips memilih Biro Perjalanan umrah ini berguna bagi yang hendak berangkat Umrah. Wassalam.