Tips Haji Umrah plus

Tips Haji Umrah Biro penyelenggara dan pelayanan Travel Haji Khusus/Plus kuota Depag Ri dan Umrah dengan biaya-harga murah Online di Jakarta Rahmatan Lilalamin Primasaidah PT.Happy prima Wisata menerima pendaftaran Haji ONH Plus dan Umrah Reguler, Umrah Khusus bersama mamah dedeh - Ust.Jefri Al-Bukhari (UJE) dan Umrah Plus Kairo Dubai turki/Istanbul Eropa. Tersedia Paket Umrah Rombongan bersama Keluarga, perusahaan, hadiah Umrah orangtua dan Umrah Nikah di Mekah.

Travel Haji Plus
Tampilkan postingan dengan label haji khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji khusus. Tampilkan semua postingan
waspadai penipuan haji

waspadai penipuan haji


Jakarta(Sinhat)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, setiap tahun animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji makin meningkat, sehingga daftar tunggu pun makin meningkat. Akibat itu, membuat sebagian calon haji di tanah air menjadi tidak sabar.

"Pihak tertentu memfaatkan orang yang tidak sabar, sehingga muncul penipuan," kata Menag Suryadharma Ali saat memberi sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agama dengan Kepolisian RI di kantor Kemenag Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (19/3).

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu dan Kepala Pendidikan Polri Komjen Pol Budi Gunawan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yang diwakili Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Fajar Prihantoro. Hadir Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Irjen Kemenag M Jasin.

Menteri Agama mengatakan, haji pada saat ini tidak hanya dilihat dari sisi ibadah, tapi merupakan bisnis yang menjanjikan. Padahal perjalanan haji berbeda dengan wisata, namun diatur oleh Undang Undang nomor 13 tahun 2008 yang menyebutkan penyelenggara haji diatur oleh Menteri Agama.
"Kalau wisata meski ada Kementerian Pariwisata tapi yang menyelenggarakan travel masing-masing. Namun untuk haji dan umrah, seluruh penyelenggara harus mempunyai ijin dari Kementerian Agama" ujar Menag

Ia juga meminta agar dilakukan penertiban penyelenggaraan ibadah umrah. Karena berbagai pihak memanfaatkan visa umrah untuk bekerja, namun setelah umrah melarikan diri, sehingga kasus over stay muncul dari jamaah umrah yang tidak mau kembali ke tanah air. “Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan baik di tanah air dan di Arab Saudi khususnya kepastian keamanan," imbuh Menag.

Di tempat yang sama Kapolri mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sering dihadapkan kendala dan permasalahan hukum baik di tanah air maupun di arab saudi yang merugikan jamaah yg membuat suasana haji tidak nyaman.

"Polri dan Kemenag harus komitmen sehingg masyarakat tidak dirugikan. Perlu dilakukan pencegahan guna menimbulkan efek jera,"kata Kapolri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Irwasum Polri.

Sebelumnya Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, kerjasama Kemenag dengan Polri sebagai perlindungan jamaah haji dan umrah dari pihak-pihak  yang tidak bertanggungjawab.

Saat ini penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang resmi berjumlah 402 penyelenggara. Dari jumlah itu, penyelenggara umrah dan haji khusus 254 penyelenggara, sedangkan penyelenggara umrah saja 148 penyelenggara. "Terdapat 11 PIHK yang melakukan pelanggaran dan dikenakan sangsi peringatan serta 3 penyelenggara yang tidak memiliki izin dan gagal memberangkatkan jamaah," ungkap Anggito.

Menurut Kasubdit  Pembinaan Haji Khusus Khoirizi, pihaknya akan menertibkan penyelenggaraan haji khusus dan umrah yang nakal. "MoU ini merupakan salah satu langkah upaya penertiban tersebut.(ks)
Menjalankan Ibadah Haji dengan Ikhlas

Menjalankan Ibadah Haji dengan Ikhlas

Menjalankan Ibadah Haji dengan Ikhlas -
”Wah, mau berangkat haji dengan ONH Plus ya, pasti enak. Tidur di hotel berbintang yang dekat dengan masjid, makannya juga terjamin. Selamat ya.” Begitu biasanya orang berkomentar setiap kali bertemu dengan seseorang yang akan menunaikan ibadah haji dengan fasilitas ONH Plus, yang kini disebut dengan istilah Haji Khusus.

Mengapa disebut Haji Khusus? Ya, karena fasilitas haji ini memang memiliki sejumlah kekhususan. Antara lain, haji khusus ditangani oleh swasta, bukan pemerintah sebagaimana haji reguler. Para jamaah haji khusus juga mendapat fasilitas akomodasi yang berbeda dengan para jamaah haji reguler. Para jamaah haji khusus menginap di hotel berbintang selama di Makkah, Madinah, dan Jeddah, dengan makan tiga kali sehari disediakan oleh pihak hotel. Kriteria hotelnya juga cukup ketat.

”Tidak bisa losmen, tapi paling tidak, hotel bintang tiga,” kata HM Firzain Junus, direktur PT Nipindo Antar Wisata, sebuah biro perjalanan haji dan umrah. Jarak antara hotel dengan masjid pun ada ketentuannya. ”Kalau tidak salah, jarak pelataran hotel dengan pelataran masjid tidak boleh lebih dari 350 meter,” kata Junus yang telah pemimpin perjalanan haji dan umrah di perusahaannya sejak 1993.

Berbeda dengan jamaah haji khusus, jamaah haji reguler menginap di apartemen, atau yang biasa disebut pondokan. Terkadang, untuk makan, mereka juga memasak sendiri. Dalam hal penerbangan, jamaah haji khusus menggunakan pesawat reguler, bukan pesawat kloter yang diatur oleh pemerintah.

Jika tahun ini, Anda termasuk sebagai salah satu calon jamaah haji (calhaj) yang akan menggunakan fasilitas Haji Khusus, tentu Anda akan menikmati semua ‘kekhususan’ yang telah disebutkan di atas. Namun, Junus yang sudah cukup berpengalaman mengelola Haji Khusus berpesan, hilangkan perasaan bahwa sebagai jamaah Haji Khusus Anda akan mendapatkan pelayanan yang serba enak dan memuaskan hati. Ingat, ibadah haji adalah ritual tahunan yang melibatkan jutaan orang dari seluruh dunia. Dalam urusan yang melibatkan jutaan orang ini, tentu sangat mungkin terjadi hal-hal yang kurang mengenakkan.

Misalnya, mengantre di loket imigrasi bandara King Abdul Aziz, lalu-lintas yang macet, atau berdesak-desakan saat melakukan thawaf, sa’i, dan melontar jumrah. Nah, para jamaah Haji Khusus pun tak lepas dari semua hal itu. ”Tidak ada ceritanya, Haji Khusus terus sa’i-nya mendapat keistimewaan semisal bisa dilakukan di hotel,” kata Junus.

Haji Khusus, menurut Junus, hanya merupakan fasilitas, dan sebenarnya fasilitas ini juga pemberian dari Allah. ”Semua kenikmatan termasuk fasilitas itu, kapan saja, bisa saja diambil kembali oleh Allah.” Menurut Junus, ketika hendak berangkat haji, seorang calhaj Haji Khusus tak perlu ‘memusingkan diri’ dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: di Tanah Suci nanti akan menginap di hotel seperti apa, atau makannya bagaimana. ”Yang penting, Insya Allah saja. Karena semua itu, Allah juga yang mengatur. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan dan keringanan pada kita selama beribadah di Tanah Suci.”

Jadi, kata Junus, berangkatlah ke Tanah Suci dengan perasaan ikhlas. Sebab, ibadah apapun kalau tidak dilakukan dengan ikhlas, kita tidak akan bisa menjalaninya dengan enak, bahkan bisa jadi akan terasa berat. ”Haji Khusus itu kelebihannya ada pada fasilitas akomodasi yang lebih baik, penerbangannya reguler, dan harinya lebih singkat. Itu saja,” ujar pria berusia 55 tahun ini.

Kemudian, jika selama dalam perjalanan atau saat beribadah di Tanah Suci menemukan beberapa hal yang tidak mengenakkan, cobalah untuk melihat dari segi positifnya. Misalkan saja, ada jamaah Haji Khusus yang tidak suka dengan penerbangan tidak langsung yang membuatnya mesti transit dan menginap dahulu di suatu tempat seperti Dubai atau Muscat. Cobalah untuk tidak berkeluh kesah dan anggaplah sebagai bagian dari perjuangan.

”Lihat nilai positifnya, misalkan dengan menginap kita bisa istirahat, bukankah kita lelah setelah terbang selama sembilan jam? Dengan bermalam di sana, kita juga bisa melihat tempat baru, yang sebelumnya mungkin belum pernah kita lihat. Itu kan pengalaman baru.”

Satu hal lagi, Junus juga mengingatkan para calhaj untuk mempersiapkan iman dan mental. Jauh-jauh hari, banyak-banyaklah bertobat dan memohon ampunan dari Allah, berpuasa sunat Senen-Kemis, shalat malam, dan memperbanyak dzikir. ”Kalau selama ini Anda biasa mendengarkan radio atau lagu-lagu ketika berada di mobil, biasakanlah untuk mengumandangkan ayat-ayat suci Alquran. Al Fatihah atau surat-surat pendek, juga bisa.”

Jika anda sudah siap dan berminat untuk menjadi calon Jamaah Haji Plus, silahkan menghubungi Divisi marketing kami atau bisa datang langsung ke kantor Kami:

Biro penyelenggarat travel Haji umrah Plus Primasaidah.
Divisi Marketing, kontak person : Zaenal Abidin
Hubungi Kami: Kantor : Gedung twink Lt 5, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-8334.2656/ 021-8265.0736 Email: travelprimasaidah@gmail.com
Jasa Haji Khusus kian diminati

Jasa Haji Khusus kian diminati

Jasa Haji Khusus kian diminati –  Jasa haji khusus Saat ini kian diminati oleh calon jamaah haji Indonesia sehingga biro penyelenggara Haji Khusus dalam setiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk bisa berangkat Haji dengan memakai layanan haji plus ini, calon jamaah sudah harus masuk daftar antrean hingga tiga tahun ke depan.

Baluki Ahmad, Sebagai Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Himpuh) menegaskan, meningkatnya antusiasme warga Indonesia menggunakan jasa haji khusus bisa juga menjadi cerminan dari semakin membaiknya ekonomi umat. Selain itu, peningkatan tersebut disebab pula adanya eksodus calon jamaah yang tak mau mengantre terlalu lama jika menggunakan jasa haji reguler. ”Kalau dilihat secara ekonomi memang bisa juga dikatakan hal ini memperlihatkan adanya kondisi ekonomi umat Islam yang semakin membaik,” kata Baluki.

Jamaah Haji yang menggunakan Jasa haji khusus terus mengalami peningkatan sejak tahun 2009. Jamaah Haji khusus Pada 2009, ia menyebut jumlah jamaah yang terbang ke Tanah Suci dengan haji khusus ada sekitar 12 ribu. Pada saat itu harga minimal yang dipatok sebesar 6.500 dolar AS.

Tahun 2010, jumlah jamaah haji khusus meningkat menjadi 15 ribu. Harga minimalnya masih tetap sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan pada 2011, jumlah jamaah hanya ada 14 ribu orang. Namun harga tiket sudah melonjak hingga 7 ribu dolar AS.  Penurunan jumlah jamaah haji khusus pada 2011, menurut Baluki, bukan disebabkan peminat yang menurun. ”Tetapi pada saat itu kouta yang diberikan pemerintah Indonesia memang berkurang. Padahal saat itu peminatnya sangat tinggi,” ujarnya.

Baluki menjelaskan pada kasus tahun lalu, pemerintah telah menurunkan kuota bagi jamaah haji khusus hanya menjadi 20 ribu dari jumlah kouta 23 ribu yang pernah diberikan pada 2010. Sebagai akibat penurunan jumlah kuota tersebut, Baluki mengatakan,”Antrean haji khusus untuk saat ini sudah sampai 2015.”

Peminat haji khusus dalam setiap tahunnya selalu terjadi fluktuasi. ”Jumlahnya berkisar antara 17 ribu sampai 23 ribu. Tetapi untuk tahun lalu, hanya ada 20 ribu saja,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama, Cepi Supriatna.

Ia menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir ini calon jamaah yang ingin berangkat dengan menggunakan jasa layanan haji Khusus plus juga harus masuk daftar waiting list. ”Rata-rata bisa sampai dua tahun,” katanya.
Daftar antrean haji khusus ini, kata Cepi, masih relatif lebih singkat jika dibandingkan dengan antrean yang terjadi pada haji reguler. Untuk haji jenis ini, ia mengungkapkan, masa tunggunya berkisar antara 4-12 tahun.

Peningkatan ini tak lepas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi kepada setiap negara yang ingin memberangkatkan jamaahnya ke Tanah Suci. ”Jadi bukan kita yang menentukannya karena pihak Arab hanya memberikan kouta satu persen saja dari total jumlah penduduknya di setiap negara.”
Cepi mengakui, peningkatan yang luar biasa terhadap haji khusus maupun haji reguler ini menunjukkan perbaikan ekonomi umat juga. ”Tetapi yang lebih utama sebenarnya adalah keyakinan mereka untuk berhaji yang semakin menguat. Soalnya banyak juga yang sudah punya uang banyak tetapi mereka belum berangkat haji,” ujarnya.

Dengan semakin panjangnya Daftar Tunggu/Waiting List untuk pergi haji, berdampak pula pada ibadah umrah. ”Kerinduan yang sudah sangat besar untuk ke Tanah Suci itu akhirnya lebih banyak dimanfaatkan dengan cara ber-umrah.”

Tidak hanya haji khusus, tren umrah Plus juga terus menunjukkan peningkatan jumlah Jamaah. Pada 2010, jumlah jamaah yang pergi umrah hanya ada 160 ribu orang. Tahun berikutnya, versi data Himpuh ada 260 ribu orang. Sedangkan data dari kedutaan besar Indonesia ada 300 ribu. ”Tahun ini jumlahnya juga meningkat. Saya perkirakan akan di atas 300 ribu,” ujarnya.

Hubungi:

PT Happy Prima Wisata Primasaidah
Gedung Twink Jl. Tendean 82 Jakarta Selatan
     Telp     : 021- 8334-2656/021-8265-0736
     Mobile : 0852-8032.8136

Ingin dapat Diskon dari biaya paket umroh diatas?
Atau Ingin Dapat Info Jenis Paket Yang Lain?
Jangan sungkan untuk Hubungi Kami.